Kandungan gizi “Bandeng Asap”
Bandeng dalam bahasa Latin disebut Chanos
chaos atau milk fish (bahasa inggris). Konon ikan ini merupakan
satu-satunya spesies yang masih ada dalam familia Chanidae (kurang lebih tujuh
spesies punah dalam lima genus tambahan dilaporkan pernah ada). Di sidoarjo
ikan bandeng ini dimanfaatkan dalam berbagai macam makanan, salah satunya yakni
Bandeng Asap yang sangat terkenal sampai luar pulau jawa. Adapun Komposisi gizi
per 100 gram daging Bandeng Asap adalah sebagai berikut :
· inergi 129
kkal,
· protein 20
g.
· lemak 4,8 g.
· kalsium 20
mg.
· fosfor 150
mg
· besi 2 mg.
· vitamin A150
SI, dan
· vitamin B1
0,05 mg.
Kandungan
protein pada Bandeng Asap ini cukup tinggi. Kondisi ini menjadikan Bandeng Asap
sangat mudah dicerna dan baik dinonsumsi oleh semua usia untuk mencukupi
kebutuhan protein tubuh, menjaga dan memelihara kesehatan serta mencegah
penyakit akibat kekurangan zat gizi mikro.
Ikan Bandeng
Asap juga mengandung asam lemak omega-3, yang sangat penting artinya bagi
kesehatan dan perkembangan otak bayi untuk potensi kecerdasannya. Asam lemak
ini bermanfaat mencegah terjdinya penggumpalan keping-keping darah sehingga
mengurangi resiko terkena arteriosklerosis dan mencegah jantung koroner. Asam
lemak ini juga bersifat hipokolesterolemik yang dapat menurunkan kadar
kolesterol darah. Mampu meningkatkan daya tahan tubuh serta berperan dalam
pertumbuhan otak pada janin serta pendewasaan system saraf.
Dengan rajin
mengkonsumsi ikan merupkan salat satu cara diet tepat sebagai penagkal penyakit
jantung koroner. Sebagai bahan pangan, ikan juga merupakan sumber protein,
lemak, vitamin, dan mineral yang sangat baik dan prospektif.
2.
Kandungan gizi “Kerupuk Udang”
Kerupuk
Udang adalah
bahan makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Terutama di
daerah sidoarjo yang merupakan salah satu makanan khas. Kerupuk Udang
mengandung beberapa energi, yaitu:
· 17
kilokalori,
· protein 0,7
gram,
· karbohidrat
2,6 gram,
· lemak 1,5
gram,
· kalsium 14,9
miligram,
· fosfor
· dan zat besi
0,06 miligram.
Selain itu
di dalam Kerupuk Udang juga terkandung banyak vitamin di dalamnya, yaitu:
· vitamin A
sebanyak 0 IU,
· vitamin B1
0,01 miligram
· vitamin C
Hasil tersebut didapat dari melakukan
penelitian terhadap 5 gram Kerupuk Udang, dengan jumlah yang dapat dimakan
sebanyak 100 %.
3. Kandungan
gizi “Petis Udang”
Petis
berbentuk pasta, merupakan olahan dari ikan atau udang ditambah bumbu, tepung beras,
atau kanji. Seperti halnya kecap dan saus, petis juga merupakan produk yang
menyerupai bubur kental, liat, dan elastis, berwarna hitam atau cokelat
tergantung dari jenis bahan baku yang digunakan. Sesuai dengan teksturnya yang
setengah padat, petis umumnya diperdagangkan dalam kemasan stoples, gelas jar,
atau botol plastik berukuran kecil.
Petis
dapat juga dikategorikan sebagai makanan semi basah yang memiliki kadar air
sekitar 10-40 persen, nilai aw (aktivitas air) 0,65-0,90, dan mempunyai tekstur
plastis. Beberapa keuntungan pangan semibasah, antara lain tidak memerlukan
fasilitas penyimpanan yang rumit, lebih awet, sudah dalam bentuk siap
dikonsumsi, mudah penanganannya, dan bernilai gizi cukup baik.
Penambahan
gula dan tepung dalam proses pembuatannya menyebabkan cukup tingginya kadar
karbohidrat pada petis, yaitu :
·
sekitar
20-40 g per100 g,
·
Kandungan
mineral 37 g,
·
Tinggi
kalsium 36 g,
·
Fosfor
3 mg, dan
·
zat
besi per 100 g
kandungan protein petis cukup tinggi
(15-20 g/100 g), dalam praktiknya petis tidak dapat diandalkan sebagai sumber
protein karena pemakaiannya dilakukan dalam jumlah sangat sedikit. Petis hanya
dikonsumsi sebatas sebagai pembangkit cita rasa. Sama halnya seperti terasi,
petis umumnya dipakai sebagai bumbu maupun kondimen untuk menambah rasa
makanan. Komposisi gizi pada petis yang ada di pasaran sangat bervariasi
sekali, tergantung pada bahan baku yang digunakan dan cara pembuatannya.
4.
Kandungan gizi
“Sate Kerang”
Sebagai bahan makanan kerang merupakan sumber
vitamin B12(cobalamin), yaitu nitrisi penting bagi kesehatan kardiovaskular.
Sistem Kardiovaskular adalah suatu sistem organ yang berfungsi
memindahkan zat ke dan dari sel. Sistem ini juga menolong stabilisasi suhu
dan pH tubuh (bagian dari homeostasis). Vitamin B12 dalam kerang
bermanfaat untuk menjinakkan homosistein (zat kimia yang dapat merusak
dinding pembuluh darah manusia) oleh karena itu daerah Sidoarjo memanfaatkan
kerang sebagai makanan yang lezat pendamping lontong kupang yaitu Sate Kerang.
. Sate Kerang dan makanan laut
lainnya adalah sumber utama zat gizi mineral seperti iodium (I), zat besi
(Fe), seng (Zn), kalsium (Ca), fosfor (P), kalium (K), selenium
(Se), fluor (F), asam lemak omega 3 dan lain – lain. Menurut penelitian
didalam 100 gram Sate Kerang mengandung :
·
33 persen
vitamin B12, dari kebutuhan harian yang dibutuhkan oleh tubuh kita.
·
asam
lemak omega 3,
·
kalium
serta magnesium,
·
sumber
mineral tinggi
Zat-zat ini mempunyai manfaat
yang baik membantu kinerja sistem kardiovaskular, sehingga baik untuk
menjaga kesehatan jantung. Selain itu kerang juga merupakan sumber Vitamin larut
lemak seperti Vitamin A, D, E dan K dan juga Vitamin larut air seperti B-1,
B-2, B-6 (piridoxin), B-12 dan Niasin. Sekitar
300 gr kerang ternyata sudah mencukupi kebutuhan harian B-12 tubuh, dan
mengkonsumsi Vitamin B-12 secara teratur ternyata mampu melindungi kolon dari
resiko kanker. Kerang juga merupakan sumber protein hewani yang tergolong
dalam Complete Protein, karena kadar asam amino
essensialnya yang tinggi (85% – 95%) protein yang terkandung didalam kerang
jadi mudah dicerna oleh tubuh.
Untuk mendapatkan manfaat terbaik
dari kerang dianjurkan untuk mengkonsumsi kerang yang dimasak dengan cara
direbus atau dipanggang daripada kerang yang dimasak dengan cara digoreng.
5.
Kandungan gizi “Telur Asin”
Telur Asin termasuk salah satu
makanan khas daerah sidoarjo yang sangat lezat dan menggugah selera. Telur asin adalah olahan berkalsium
tinggi. Juga mengandung hampir semua unsur gizi dan mineral, maka telur asin
baik dikonsumsi oleh bayi hingga lansia. Telah banyak kajian
mengenai kandungan gizi pada sebutir telur. Orang juga sudah banyak tahu betapa
besar kandungan proteinnya. Namun, kajian mengenai nilai gizi telur asin belum
begitu populer. Padahal selain mengandung hampir semua unsur gizi dan mineral
lengkap, kandungan kalsium meningkat 2,5 kai setelah pengasinan.
Dengan mengonsumsi telur asin akan menambah kadar
kalsium yang tinggi dalam tubuh kita, kalsium tersebut dapat meningkatkan
kualitas tulang kita. Konsumsi
telur asin patut untuk digiatkan sebab tak hanya nikmat, ia juga bisa menyumpai
senyawa penting bagi manusia. Secara umum, kandungan gizi telur asin sama
saja dengan telur biasa. Ia mengandung kalori, protein, lemak, hidrat arang,
fosofor, zat besi, vitamin A, vitamin B-1, Vitamin C dan masih banyak lagi
lainnya. Menurut beberapa literatur, kadar nutrisi di dalam telur asin
bergantung pada jenis telur yang diolah. Untuk telur itik asin, nilai gizinya
sebagai berikut:
·
Kalori
sebanyak 195 kal.
·
Protein
sebanyak 13,6 gram.
·
Hidrat
arang sebanyak 1,4 gram.
·
Kalisum
sebanyak 120 mg.
·
Fosofor
sebanyak 1857mg
·
Zat besi
sebanyak 1,8 mg.
·
Vitamin A
sebanyak 841 SI.
·
Vitamin
B-1 sebanyak 0,28 mg.
·
Lemak
13,6 g
Hanya saja patut digarisbawahi,
kandungan kalsium pada telur asin meningkat drastis setelah proses pengasinan.
Menurut beberapa ahli, peningkatan kadar kalisum di telur asin bersumber dari
garam dapur, abu gosok serta zat kapur yang digunakan dalam proses
pengolahannya. Unsur seperti kalium, klorida dan juga natrium masuk melalui
pori-pori telur. Dengan demikian, salah satu manfaat nyata dari telur asin
adalah memelihara kesehatan tulang serta memperkuat gigi.
6.
Kandungan gizi “ Terasi Udang”
Jenis Terasi : Terasi yang banyak diperdagangkan
dipasar, secara umum dapat dibedakan menjadi dua macam berdasarkan bahan
bakunya, yaitu terasi udansg dan terasi ikan. Terasi udang biasanya memiliki
warna cokelat kemerahan, sedangkan terasi ikan berwarna kehitaman dan terasi
udang umumnya memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan terasi ikan.
Kandungan Unsur Gizi Terasi : Unsur gizi yang terkandung di
dalam terasi cukup lengkap dan cukup tinggi. Di samping itu dalam terasi udang
terkandung yodium dalam jumlah tinggi yang berasal dari bahan bakunya.
7. Kandungan gizi “Otak Otak Bandeng”
kandungan omega-3 bandeng sebesar 14.2%, melebihi kandungan omega-3
pada ikan salmon (2.6%), ikan tuna (0.2%) dan ikan sardines/ mackerel (3.9%).
Kandungan gizi bandeng secara lengkap dapat dilihat pada komposisi kimia yang
terdapat pada bandeng.
Dengan
kandungan protein yang tinggi (20.38%), bandeng merupakan salah satusumber
pangan bergizi.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar